EKSPLORASI: Day 8, back to jakarta.

Senin, 19 Desember 2016
Sudah waktunya pulang…

Karena hari ini kami akan pulang, kami akan melihat sunrise di dekat embung.


Aku dibangunkan oleh Adinda, lalu aku cuci muka.
Setelah aku cuci muka, para cowok berdatangan. Semalam kami sudah janjian untuk ke basecamp jam 4:30-5:00 pagi.
Setelah semuanya sudah lengkap, kami pergi tanpa kakak-kakak, karena mereka masih tidur.

Kami sampai di embung. Tepat waktu, mataharinya belum kelihatan.
Kami menunggu sambil berfoto-foto aneh dan bercanda-canda.

IMG_6409.JPG
Andro dan Zaky rekreasi Titanic 😀 CREDIT: Yudhistira G.S.

Sayangnya cuacanya mendung, namun saat mataharinya lumayan bagus, kami semua berfoto.

IMG_6424.JPG
Sahabat. CREDIT: Yudhistira G.S.
IMG_6430.JPG
CREDIT: Yudhistira G.S.

Setelah ke embung, kami ke madu mongso karena aku dan Ceca ingin membeli madu mongsonya setelah mencoba punya Zaky dan Kaysan.
Selesai membeli madu mongso, kami hendak ke Ganjuran, tapi ternyata sepedanya Yudhis rusak lagi. Akhirnya kami semua ke basecamp dulu.

Sesampainya di basecamp, yang tadinya ingin ikut ke Ganjuran mengambil air suci, tidak jadi 😦
Akhirnya Yudhis, dan Andro menitipkan botolnya mereka dan yang ikut ke Ganjuran adalah Donna, Adinda, dan Fattah.
Di Ganjuran, aku mengambil air suci, menaruh di dekat candinya, lalu aku doakan air sucinya. Walaupun sudah diberkati, aku kebiasaan untuk mendoakan airnya lagi karena aku dibiasakan seperti itu oleh keluargaku.

Sesampainya di basecamp, aku, Adinda, dan Donna membereskan tas kami.
Setelah semuanya selesai, aku mandi. Selesai mandi, kak Melly sudah bangun.
“Tadi udah pada liat sunrise, trus ke ganjuran?” tanya kak Melly.
“Udah. Cuma tadi yang pingin ke ganjuran berkurang banyak banget. Si Andro ama Yudhis nitip botol deh,” jawabku.
“Ih, Yla baik banget. Coba tadi kakak nitip botol juga,” kata kak Melly 😀

Setelah mengobrol, aku sarapan. Saat aku sedang sarapan, para cowok berdatangan, lengkap dengan tasnya mereka. Setelah ini, kami akan ke rumahnya bu Cicil lagi.
Kak Melly menyuruh kami untuk membereskan tikernya lagi.
Setelah kami membereskan tikernya, aku, Adinda, dan Donna berfoto dengan pak dan bu Gun, lalu memberikan suvenirnya.

DSC_0993.jpg
Bersama pak dan bu Gun. Tas yang aku pegang adalah suvenirnya. CREDIT: Jaladwara
DSC_0997.jpg
“Makasih banyak lho bu.. maaf kalo ada salah ya bu..” kata kami bertiga. CREDIT: Jaladwara

Setelah itu, kakak-kakak ikutan foto bersama pak dan bu Gun.

IMG_20161219_083724.jpg
CREDIT: Jaladwara

Sebelum kami ke rumahnya bu Cicil, kami bercanda dengan dewa Yoi Mantab.
Dewa Yoi Mantab adalah seekor anak kucing yang 3 hari kemarin bersama kami terus di basecamp. Andro, Kaysan, Yudhis, dan Zaky berguru kepada sang dewa Yoi Mantab ini. Yoi Mantab adalah agama pura-pura yang Yudhis, Andro, Kaysan dan Zaky buat XD

IMG_6510.JPG
Andro dan Kaysan bersama dewa Yoi Mantab XD CREDIT: Yudhistira G.S.
IMG_6640.jpg
Merapihkan tiker. CREDIT: Jaladwara

Kami jalan bersama ke rumahnya bu Cicil.
Sesampainya kami di rumahnya bu Cicil, kami duduk.

IMG_20161219_084811.jpg
Berkumpul. CREDIT: Jaladwara

Kami mencoba mie pentil yang bu Cicil suguhi. Mie pentil itu adalah mie yang terbuat dari tepung ketela. Warnanya kuning, seberti mie kuning, namun lebih besar.
Mie pentilnya begitu pedas, sehingga aku tidak bisa menghabiskannya. Fattah bertanya jika dia boleh menghabiskan mieku, dan kubilang boleh. Akhirnya Fattah menghabiskan mienya.
Saat kami sedang mengobrol-ngobrol, kami dibakian kertas yang semalam kami tulis saat “api unggun”.
Tak lama kemudian, kami menagih kak Kukuh untuk menyanyi darah pejuang karena kak kukuh berjanji. Aku, sebagai wakil anak-anak eksplorasi, akan bertukar dengan kak kukuh. Kak Kukuh menyanyikan darah pejuang, aku akan atraksi Wushu.
Kak Kukuh akhirnya menyanyi setelah beberapa alasan yang ia buat :p
Kata-kata yang paling menempel dalam kepala kami: “Kurus kering, tak sekolah.” 😀
Karena itu menggambarkan aku, Andro, dan Zaky, yang kurus dan tidak sekolah XD

Setelah kak Kukuh menyanyi, aku menepati janjiku. Aku langsung atraksi.
Agak bingung apa yang akan aku tunjukkan, namun karena yang penting mereka “wooowww”, aku melakukan gaya-gaya yang sebenarnya basic 😛
Saat aku sudah melakukan gerakanku, eh Andro bilang, “Lagi, lagi! Tadi mata gue ketutup!” -_-
Ya sudahlah, aku melakukan beberapa gerakannya lagi. Tapi yang mengesalkan saat aku sedang berdiri diatas satu kaki, goyang.. -_-”

Setelah aku selesai atraksi, kami berdiskusi apakah kami akan ke Malioboro atau tidak. Kami memutuskan untuk pergi ke Malioboro, siapa tahu bisa dapat oleh-oleh. Kami mengambil tas kami, lalu kami berfoto bersama.

IMG_20161219_094333_HDR.jpg
Betapa Andro dan Kaysan menghargai bekal dari tuan rumah mereka.. CREDIT: Jaladwara

Setelah kami berfoto bersama, kami jalan kaki keluar dari dusun Ngingiringan.
Kami jalan agak pelan-pelan, yang sedang tidak fit dan yang barangnya berat didepan. Aku dan Adinda di paling depan gerombolan.

IMG_20161219_095041.jpg
Walaupun barang bawaan berat, panas, namun yang penting bersama-sama! 😀 CREDIT: Jaladwara

Karena aku perlu membeli minum, aku mengajak yang lain untuk ke sebuah warung yang ada di seberang jalan. Aku hanya membeli minum, Ceca membeli permen karet, Adinda membeli roti.

Setelah kami semua sudah selesai, kami jalan lagi.
Saat kami di perempatan, kami naik bus yang bisa ke halte TransJogja untuk kami ke Malioboro. Aku duduk di kursi sebelah kanan supir dan dipingggir.
Madu mongsoku tidak ada plastiknya, dan pada saat aku sedang memegang madu mongsonya, aku tidak sengaja melepas peganganku, dan madu mongsonya berantakan. Untung hanya beberapa yang jatuh. Di sebelah kiriku, ada seorang ibu-ibu yang berbaik hati untuk memberikan plastik yang beliau punya di dalam tasnya. Aku berterima kasih kepada ibu itu.

Aku tertidur lagi di bus. Dan aku lupa dibangunkan siapa, namun aku bangun dan shock langsung turun karena sudah waktunya turun. Aku agak panik karena takut ada yang ketinggalan, namun ternyata barangnya Yudhis yang ketinggalan. Kacamatanya jatuh di bus! Akhirnya Yudhis tidak pakai kacamata. Tidak nyaman sekali, buram untuk melihat 😦

Saat kami naik di sebuah halte, botol minumku yang isinya air suci tidak ada di tasku. Memang, aku menaruhnya di kantong luar, tapi tadi aku sudah pastikan itu kencang.
Aku langsung lemas. Berarti, ketinggalan di bus dong?, pikirku. Hilang sudah air suci untuk keluarga 😦
Saat aku sedang lemas, Ceca melihat sebuah botol minum le minerale.
“La, itu botolmu bukan?” kata Ceca sambil menunjuk ke arah sebuah botol yang ada di luar halte. Ah, iya! Itu botolku! Tapi bagaimana ya caranya untuk mengambil tanpa keluar dan masuk bayar lagi..?
Untungnya seorang bapak-bapak yang kerjanya menjaga halte ada diluar alat nge-tap kartu kami. “Pak.. bisa tolong ambilin botol minum itu nggak ya?” kataku. Bapak itu bersedia untuk mengambilkan botol minumnya. “Matur nuwun sanget, pak,” kataku.

Tak lama kemudian, kami naik busnya dan ke maliobor. Kami sempat terlewat halte Malioboro, dan akhirnya memutuskan untuk ke St. Lempuyangan saja karena waktunya tidak cukup.
Sesampainya kami di St. Lempuyanan, kami menaruh tas kami di ruang tunggu, lalu kami makan. Dibagi lagi, siapa yang menjaga dan siapa yang makan. Kali ini para cewek duluan.
Aku makan mie goreng di angkringan yang sama dengan yang waktu kami baru sampai di Jogja.

Setelah kami makan, kami menjaga tas. Saat kami sedang menjaga tas, kakak-kakak datang.
Setelah semuanya selesai makan, kami disuruh untuk mencetak tiket kami.
Saat kami kembali ke tas kami, kakak-kakak menyuruh kami untuk menuliskan positif, negatif, dan saran untuk kakak-kakak.

IMG_20161219_134337.jpg
CREDIT: Jaladwara

Salah satu positif dariku adalah: “Kakak-kakak jaladwara mau ngikutin becandaannya anak oase”
Karena kan becandaannya anak-anak oase aneh :V
Aku dan Zaky lihat-lihatan, dan saat Zaky melihat tulisanku, dia langsung menulis inti yang sama namun bahasa yang berbeda :p

Setelah semuanya selesai menulis, kami disuruh masuk ke dalam stasiun. Kami berpisahan dengan Andro. Aku satu-satunya cewek yang memeluk Andro karena cuma aku dari para cewek yang dekat sekali dengan Andro. Agak sedih, tidak bertemu Andro lagi. 😥

IMG_6590.JPG
Sebelum masuk, wefie dulu! CREDIT: Yudhistira G.S.
img_20161219_140703
Memasuki stasiun. CREDIT: Jaladwara

Kami akhirnya masuk ke dalam stasiun, dan saat kami sedang menyebrang, ada sebuah pagar yang mengharuskan kami untuk manjat. Di dekat kami ada beberapa petugas kereta api, kira-kira 3. Dan salah satunya meledek, “Awas, masa depan suram.”
Kami semua tertawa kencang. “Zak, kata masnya bener tuh. Masa depan lu suram :v” candaku kepada Zaky.

Kami pun masuk ke dalam kereta dan duduk. Aku duduk bersama Zaky lagi, namun kali ini kursinya hanya muat untuk 2 orang, dan didepan kami adalah Ceca dan Fattah.
Saat kami sedang menunggu keretanya jalan, kami bercerita tentang kenangan kami semasa FesPer. Aku bercerita bahwa dulu waktu FesPer aku mengenal Zaky dengan nama “Zikal Jones”, entah siapa yang mengenalkanku. Yudhis langsung bercanda, bahwa mulai sekarang namanya Zaky berubah menjadi Zikal lagi :V

Akhirnya keretanya jalan. Zaky ingin bercanda dengan Yudhis dan Kaysan, dan akhirnya dia pindah. Untung lah, daripada nanti sender-senderan lagi kayak waktu berangkat 😛
Aku tidur, dan pada saat aku terbangun, Adinda disampingku.
Selama beberapa kali aku terbangun dari tidur, pasti ada Adinda, lalu tidak ada.
Pas sekali, saat aku bangun, seorang mas sedang berjalan membawa bantal untuk kami sewa. Aku menyewa satu, namun Adinda juga ikut pakai 😀

Pada saat malam, aku malah tidak bisa tidur. Dingin, lapar, ngantuk namun tak bisa tidur 😡
Aku melihat jam, kok telat dari jadwal?, pikirku. Ternyata sinyal dari stasiun ke kereta terganggu, jadinya keretanya berhenti dulu.

Kami sampai di St. Pasar Senen kira-kira jam 1 malam, lalu kami bertemu orang tua kami.
Kami masih bercanda-canda dulu. Rasanya masih belum mau pisah 😦
Ternyata Zaky dan Fattah akan ke rumahnya Kaysan dulu. Entah kenapa, ngiri rasanya :/
Akhirnya kami berpamitan dan pulang. Sesampainya aku di mobil, aku bercerita-cerita.
Dan ternyata, kami menginap di sebuah apartemen di Depok agar waktu aku dan Vyel tanding akan lebih gampang ke GOR-nya.

Sesampainya di apartemen, aku mandi lalu tidur.

Laporan keuangan:

Madu mongso = Rp. 30,000
Parkir sepeda di Ganjuran = Rp. 1,000
Air minum = Rp. 2,500
Bus = Rp. 7,000
Mie goreng di angkringan = Rp. 4,000
Aqua = Rp. 4,000
Bantal = Rp. 5,000
Air Pure life = Rp. 5,000

Total pengeluaran: Rp. 58,500

Sisa saldo: Rp. 170,000

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s