Kemping Persera – Day 1

Selasa, 23 Mei 2017.

Jam 1 malam, dan akhirnya aku selesai packing untuk kemping.

Ah, telat…

Saat aku bangun tidur, ternyata waktu menunjukkan 6:36!
Aku panik, lalu aku bangunkan ibuku.
“Bu, bangun, ternyata jam setengah 7.”
“Hah? Astaga, alarmnya gak nyala??”
Kami pun bersiap-siap dengan terburu-buru.
“Baru mo kemping aja telat.” Moodku langsung down banget. Telatnya telat banget pulak (-_-)
Akhirnya kami sampai di stasiun Cawang jam 9 lewat. Cukup lama menunggu kereta ke stasiun Bogor sebelum akhirnya kami naik. Kira-kira jam 9 kurang kami baru naik kereta.

Kami sampai di stasiun Bogor. Kak Shanty sudah menunggu kami di dekat pintu keluar stasiun. Kami bertemu dengan kak Shanty, lalu kami diantar menemui kakak fasilitator yang sudah menunggu kami.
Kami berkenalan, lalu kami berangkat naik angkot. Ada dua kakak fasilitator yang mengantar aku dan Vyel, kak Elly dan kak Adi.
Kata kak Elly kami bakalan ketinggalan materi karena telat. Aku sempat khawatir, namun ya mau bagaimana, sudah telat :’)

Wah, sampai gunung Loji!

Kami akhirnya sampai di gunung Loji. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, sangaaaattt legaaa akhirnya bisa sampai juga di gunung Loji 😀
Ternyata tempat kami turun dari angkot dan tempat camping ground-nya cukup jauh dan harus mendaki dulu.
Sesampainya di Suaka Elang, kakiku gemetaran karena pegal XD
Aku dan Vyel langsung bergegas mencari regu kami.

“Bunga Bangkaaiiii,” teriakku mencari reguku 😛
“Ylaaaaaaaaaaa,” Tata, Ratri, Adinda, Anja, dan Katya dari tenda mereka. Aku disambut meriah oleh regu perempuan, dan disambut dengan omelan dari Katya :’)
“Yaudah, Yla kan capek, kamu beberes aja dulu. Makan siang, segala macem,” kata Tata.
Aku pun menaruh tasku dan langsung makan siang dengan cepat.
Ternyata, (untungnya) materi belum sempat dipelajari, ice breaking pun ternyata belum, makanya aku makan siang dengan cepat.
Setelah selesai makan siang, aku berdiskusi dengan regu Edelweiss dan regu Bunga Bangkai tentang apa yang akan dilakukan setelah ini. Setelah ini kami akan belajar navigasi darat.

Saat aku sedang mengambil air di tempat yang sama dengan anak-anak yang wudhu, ada kejadian mengerikan dan menurutku itu tidak lucu sama sekali. Di tempat wudhu, lantainya ubin, jadi licin. Nah, saat Husayn dan Ziel sedang wudhu, Ziel tiba-tiba mendorong Husayn dengan bercanda, “E eh, untung gw pegangin!” Husayn saat itu hampir saja jatuh. Aku langsung marah dan langsung aku berteriak kepada Ziel.
“Ziel! Lu gimana sih! Kalo Husayn tadi beneran jatoh gimana?!” Emosiku sudah naik sekali. Namun Ziel hanya tertawa. Aku pun akhirnya meninggalkan mereka dan melanjutkan urusanku.

“Sini, ketua kelompok kumpul dulu,” kata kak Elly. “Kita sekarang ini ishoma dulu, sholat dulu, habis itu kita langsung ke materi.”
Setelah selesai diberi arahan, aku langsung memberi info kepada cewek-cewek.
“Lah, Yla emang gak di kasih hukuman??” Tanya Vyel.
“Enggak. Emang Vyel dikasih?” Jawabku. “Enak amat! Vyel disuruh bikin parit!” kata Vyel. 😛
Aku, Tata dan Ratri sempat membuat teh hangat selagi Adinda, Anja, dan Katya sholat. Namun ternyata teh hangatnya tidak sempat kami minum karena kami disuruh bersiap-siap.
“5 menit lagi kumpul ya! Bawa alat tulis, kompas orientasi dan Kompas bidik!” Kak Elly mengumumkan. Kami pun bersiap-siap.

Belajar navigasi darat, pusing! (T_T)

Kami kumpul, diberi briefing sebentar oleh kak Adi, lalu kami duduk. Kak Ade, atau yang lebih sering dipanggil bang Kocil, yang akan mengajarkan ilmu navigasi darat kepada kami. Bang Kocil memperkenalkan kepada kami apa itu navigasi darat.
“Navigasi itu apa sih? Navigasi artinya ilmu membaca peta. Peta artinya gambaran bidang datar.” kata bang Kocil. Peta banyak jenisnya, namun yang biasanya dipakai oleh pendaki gunung adalah peta Topografi. Kami dibagi peta per regu. Peta yang kami gunakan adalah peta topografi, dengan skala 1:25000, dan peta tahun 1999, judul peta Ciawi.
“Setiap peta ada judulnya, jadi jika kita ingin mencari peta bagian kota (misalnya bogor,) tinggal bilang judul petanya.” Jelas bang Kocil. Untuk membeli peta itu mahal sekali, bahkan untuk membeli datanya saja. Semakin update petanya, semakin mahal.
Karvak: Karvak adalah kotak di peta yang mewakili sebuah bagian. 1 karvak = 3,7 cm x 3,7 cm.
Contour: Garis contour itu untuk mewakili ketinggian, biasanya tidak pernah putus garisnya, dan setiap garis perbedaan jarak di peta adalah 12,5 cm. Garis contour juga bisa digunakan untuk melihat mana yang jurang dan mana yang punggungan.
Yang menjauhi puncak adalah punggungan, yang mendekati puncak adalah lembah. Biasanya kalau lembah banyak air/sungainya.
Kami lanjut mempelajari cara menggunakan kompas bidik. Menggunakan kompas bidik punya rumusnya, namanya Azimuth dan Back Azimuth. Kami bidik satu titik, lalu lihat berapa derajat.
Rumus Azimuth dan Back Azimuth:
Azimuth = jika kurang dari (-)180 derajat, tambahkan (+)180 derajat.
Back Azimuth = jika lebih dari (+)180 derajat, kurangi (-)180 derajat.

Bang Kocil bilang jika kita ingin lihat lokasi kita di peta, kita harus cari tempat yang luas dan tempat yang lebih tinggi. Dan jika kita tersesat, kita harus melakukan langkah STOP dulu.
Sit.
Think.
Observe.
Plan.

Belajar dengan bang Kocil. PHOTO: Klub Oase

Setelah belajar teori navigasi darat bersama bang Kocil, kami mempraktekkannya.
Kami turun dulu ke tempat parkir, lalu kami naik bukit. Dari bukit itu indah sekali pemandangannya 😀
Kami memulai praktek dengan mencari tahu titik ekstrim kami, lalu membidiknya dengan kompas bidik, menghitung rumus Azimuth, menghitung dengan Protaktor, dan menghitung koordinat. Beberapa dari kami membidik, Yudhis sebagai yang menghitung di peta, aku dan Zaky menjadi writer. Semuanya begitu rumit, dan aku hanya menangkap sedikit-sedikit (-_-”)

Akhirnya kami mendapatkan titik koordinat kami, lalu kami kroscek menggunakan GPS.
….ternyata kami melenceng jauh sekali koordinatnya (O_O)
Karena cuaca sudah tidak mendukung, akhirnya kami tidak bisa melanjutkan, dan kami naik lagi. Saat dijalan, karena aku kepanasan memakai jas hujan ponco-ku, aku buka. Eh, tak lama kemudian hujan deras (-_-”)

“Lebih penting amanin peta dari pada diri sendiri”

Kami jalan pun dengan hujan-hujanan. Karena peta per regu tidak boleh basah, akhirnya aku bungkus dengan ponco-ku. Aku mendengar salah satu kakak fasilitator berkata, “Lebih penting amanin peta dari pada diri sendiri.” XD
Kami akhirnya sampai di dekat camping ground. Saking dinginnya udara dan panasnya tubuh kami, terlihat asap kecil dari tanganku :O Sangat keren! 😀
Sesampainya kami di tenda kami masing-masing, hujan makin deras.
“Untung aja kita udah di tenda,” pikirku.

Sambil meneduh di tenda, kami memasak teh lagi. Teh yang tadi siang kena kain lapnya Tata, jadi kami buat yang baru 😛
Setelah kami meminum teh, kami memutuskan makan malam. Kakak-kakak fasilitator berkata bahwa kita akan kumpul lagi jam 8, dan kami hanya punya 40 menitan lagi untuk memasak dan makan!
“Kita kelamaan bikin teh ya kayaknya..” kataku. “Iya ya..” kata yang lain.
Akhirnya kami setuju untuk membuat nasi liwet atas usulan Adinda. Kami keburu lapar, akhirnya kami memakan agar-agar Ratri dulu untuk mengganjal XD
Namun saat masih memasak, kakak-kakak mengingatkan bahwa tinggal 15 menit lagi, dan nasinya belum jadi! Untungnya, nasinya sudah lumayan matang, namun masih agak mentah sedikit. Kami pun tinggalkan masakan kami dan lanjut kumpul dengan perut agak kosong :’)

EdelBangkai, juara 3!

Kami kumpul untuk me-review materi tadi siang, memberi masukan kepada bang Kocil, dna memberi perpisahan kepada bang Kocil karena beliau akan pulang.
Setelah itu, kami disuruh untuk adu yel-yel!
“Kita karena udah digabung, kita bikin EdelBangkai!” kataku. “Wih, setuju!” jawab yang lain.
Kami pun maju dengan grogi, mana nggak kompak lagi :”)
Juara 1, 2, 3, dan 4 akan dikirim hadiah oleh kak Shanty! 😀
“Juara 4, jatuh kepada….” kami berenam (aku, Tata, Adinda, Ratri, Katya dan Anja) mendengarkan dengan seksama.
“Gorilla!” kata kak Noni. WAHH, untung, bukan tim cewek yang paling jelek 😛
Tim EdelBangkai ternyata mendapat juara ke 3! Lumayan lah! 😀
Kami pun dipersilahkan untuk makan dan beristirahat.
Tata, Adinda, Anja, dan Katya pergi ke toilet. Aku dan Ratri menunggu di tenda.
Tata dan Anja pulang duluan, karena Adinda dan Katya sholat. Namun….

Tata, nangis??

Sepulang dari toilet, tiba-tiba Tata masuk dan duduk meringkuk.
“Eh? Tata kenapa?” tanyaku. “Tadi aku diiisengin Ziel…” katanya sambil mengusap air mata. “Ha?? Dia lagi??” jawabku. Tata pun cerita.
Ternyata Ziel sedang cuci tangan, dan dia tidak sengaja memegang kodok. Ziel lempar kodok itu. Tata pun kaget dan takut. Ziel malah menakut-nakuti Tata dengan berkata, “Kodok! Tuh kodok tuh!” “Ah, jangan dong. Aku takut kodok..” kata Tata. Ziel malah melanjutkan. “Jangan, plis… brenti..” kata Tata sambil menahan nangis. Ziel melanjutkan lagi, dan akhirnya Tata menangis.
Setelah mendengar cerita itu, aku reflek teriak panggil Ziel, lalu Ziel menghampiri kami. “Ziel! Lu gimana sih?? Masa Tata jadi nangis?!” dan Ziel hanya menjawab, “Apaan, kok gw” berkali-kali. Akhirnya satu tenda cewek-cewek bantu menangkan Tata. Setelah Tata sudah tenang, aku langsung keluar mencari Ziel. Aku hendak memberitahu kepada Ziel bahwa itu tidak lucu, namun kupikir karena sudah malam besok pagi saja memberitahu kepada dia.

Mengakhiri hari dengan “curhatan”

Selagi menunggu Adinda dan Katya sholat, aku-Tata-Anja-Ratri makan duluan.
Ternyataaa, nasi liwet Adinda benar-benar enaaaaakkkkkk sekaliiiii 😀
Kami makam dengan lahap. Kami juga mempersilahkan tim cowok-cowok untuk menyicipi nasi liwetnya 😀
Setelah makan nasi liwet Adinda, kami menutup makan malam kami dengan smores! Smores adalah biskuit yang di tumpuk marshmellow dan coklat! Makanan kami malam ini sungguh mewah :V

Setelah kenyang makan malam, kami pun hendak tidur, namun karena kami tidak bisa tidur, akhirnya kami mengobrol dan curhat 😛
Tata dan Anja sudah tidur, akhirnya aku, Ratri, Adinda, dan Katya curhat bersama-sama. Mulai dari kenapa keluar sekolah, sampai membicarakan tentang cowok-cowok Oase :V
Kami curhat ternyata sampai jam 2 malam! Tidak terasa!
Akhirnya kami pun tidur dengan terpaksa :V

Bersambung.. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s