Creating Appealing Animation

Senin, 7 Agustus 2017.

9:24 pagi WIB.

Hari ini kami mengikuti workshop “Film Animation Master Class” bersama Simon Allen di IKJ (Institusi Kesenian Jakarta).
Butuh perjuangan yang cukup berat untuk akhirnya kami duduk di kelas ini dan mendapat ilmu animasi dari Simon :”)

Researching:

Saat akan membuat sebuah animasi, kami harus riset dulu. 50% dari waktu kita itu harus dipakai untuk riset.

  • Ask question-take notes
  • Understand how this shot fits into the story
  • Find inspiration
  • Use reference
  • Explore the possibilities

Begitulah poin-poin yang menurut Simon penting untuk langkah awal. Pertanyaan yang harus kita tanyakan saat kita sedang membuat animasi:

  • Bagian apa yang paling penting dalam adegan ini?
  • Bagian apa yang paling penting di dalam pola animasi ini?
  • Bagaimana caranya agar aku bisa membuat animasinya seminimal dan sependek mungkin?
  • Bagaimana caranya untuk membuat animasinya kontras?

Simon menunjukkan sebuah adegan dari film Toy Story 3 yang beliau buat untuk menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang tadi.
Bagian yang paling penting pada adegan dan pada pola animasinya itu adalah dimana saat Woody dan Buzz melihat Andy dan merasa sedih. Untuk membuat adegannya kontras, dibelakangnya Woody dan Buzz yang sedang sedih, ada Rex yang sangat sangat senang karena Andy telah memegang Rex 😛

Video Referensi:

Sebisa mungkin, kita harus memakai video referensi untuk membuat animasinya. Karena dengan video referensi, kita akan lebih mudah untuk menganimasi.

  • Pastikan sang aktor/aktris tetap di dalam karakter
  • Umur berapa sang aktor dan sang karakter?
  • Bagaimana berat pada badan mereka?

Pastikan sang aktor/aktris tetap dalam karakter, karena kita tidak mau jika sang aktor/aktris tidak dalam karakter untuk video referensi kita.
Umur berapa sang aktor dan sang karakter? Jika sang karakter berumur 5 tahun, dan sang aktor berumur 16 tahun, lagak dan cara dia bergerak jauh berbeda dan tidak akan pas untuk karakternya.
Bagaimana berat pada badan mereka? Sang karakter berumur 5 tahun, dan sang aktor 16 tahun, cara mereka menaruh badan mereka sangat jauh sekali, dan kita tidak mau karakter kita yang berumur 5 tahun berlagak seperti umur 16 tahun (°_°)

Jika memakai video referensi, jangan pernah hanya mengambil take pertama. Karena take pertama itu belum tentu videonya bagus, atau aktornya belum terbiasa dengan kamera.

Timing:

Pikirkanlah animasi itu seperti lagu. Harus ada beat, fast-slow, dan loud-quiet.
Untuk membuat gambar yang enak untuk dilihat, harus ada bagian complex dan bagian simple.

Segitu saja dariku karena seingatku dan catatanku hanya segitu (._.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s